Wednesday, 3 March 2010

8 Cara Agar Anak Mau Minum Obat dengan Gampang

8 Cara Agar Anak Mau Minum Obat dengan Gampang

Salah satu pertengkaran soal kesehatan yang paling sering dialami antara orangtua dan anak adalah minum obat. Bayi Anda memuntahkan kembali cairan obatnya, sementara kakaknya suka mengatupkan mulutnya atau malah mendebat. Anak-anak bisa bertempur ‘sampai titik darah penghabisan.’ Nah bagaimana triknya agar mau minum obat sambil mengerti bahwa itu demi kesembuhannya?

Mengapa anak-anak menolak obat? Mungkin karena rasa obat memang tidak enak, bahkan jika sudah ditambahkan rasa yang biasanya disukai anak-anak, entah stroberi atau jeruk. Dan juga, karena menurut anak yang sakit, segalanya terasa seperti perintah, permintaan dan gangguan.


Apa yang Anak Alami
Anak yang sakit sudah berada dalam keadaan emosional dan regresi. Ini bisa melahirkan penolakan pada apapun yang disarankan.
Untuk menghindari perdebatan dan pertengkaran, akui perasaan anak Anda. Anda bisa mengatakan, “Kamu mungkin tidak ingin minum obat ini sekarang, tetapi setelah kamu meminumnya, kamu akan segera merasa lebih sehat.” Kemudian berikan pilihan untuk membuat obat itu lebih bisa ditelan dan menyenangkan.
Lebih gampang dikatakan daripada dilakukan? Nah, tip-tip di bawah ini yang sudah teruji, mungkin bisa membantu Anda.


Jelaskan bagaimana obat membuat anak-anak sembuh
Anak-anak kecil tidak selalu memahami bagaimana cara kerja obat. Anda dapat menjelaskannya dengan mengatakan, “Obat ini akan membantumu merasa lebih baik supaya kamu bisa segera kembali bermain di taman.” Anda juga dapat menjelaskan apa yang bisa dicapai oleh obat. “Tadi malam kamu tidak terbangun sama sekali. Nah itu karena obat sudah mengambil rasa sakitmu.”


Buatlah rasa obat menjadi lebih enak, asalkan disetujui dokter
Kadang-kadang, obat cair yang telah didinginkan menjadi lebih mudah ditelan anak-anak. Dan kalau dokter Anda membolehkan, Anda juga bisa memasukkan obat itu ke dalam jus atau menambahkan rasa ke dalamnya. Tanyakan kepada dokter atau apoteker, apakah obat yang akan diberikan kepada anak Anda rasanya tidak enak, dan apakah aman jika ditambahkan rasa ke dalamnya. Anda juga bertanya apakah aman mencampur obat cair dengan jus atau makanan. Yang terpenting, bertanya dulu kepada dokter atau perawat khusus anak-anak untuk memastikannya, sebelum Anda melakukannya. Jus jeruk orange kerap dipakai untuk menyembunyikan rasa obat yang tidak enak.


Beri obat pada waktu dan tempat yang sama
Ini membantu menciptakan titik tertentu di rumah Anda untuk memberi obat dan menciptakan rutinitas. Agar bisa sesuai jadwal, tempelkan daftarnya di pintu kulkas atau pintu kamar anak Anda. Setiap kali selesai minum obat, mintalah anak Anda untuk mencoretnya atau menempelkan stiker di daftar tersebut.


Berikan pilihan kapan pun Anda bisa
Minum obat adalah hal yang tidak boleh dinegosiasikan, tetapi hal-hal lainnya bisa. Bahkan pilihan paling sederhana akan memuaskan kebutuhan anak yaitu rasa kontrol terhadap keadaan dan tubuhnya. Berikan dua pilihan sederhana seperti, “Apakah kamu ingin minum obatnya sebelum berpakaian atau setelahnya?” atau “Setelah minum obat kamu mau jus apel, jeruk atau anggur?”


Hindari pemaksaan secara fisik
Kalau Anda mulai memegang erat anak untuk memberinya obat maka pada kesempatan berikutnya Anda terpaksa melakukannya lagi dan lagi. Nah, kalau Anda sudah sampai memaksa anak secara fisik untuk minum obat secara teratur, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter atau perawat untuk mendapat saran profesional.


Jelaskan konsekuensi-konsekuensinya
Apabila anak menolak minum obat, jelaskan bahwa ia sedang membuat pilihan yang memiliki beberapa konsekuensi. Anda dapat mengatakan, “Berarti Mama sedang melihat kamu sengaja memilih untuk tetap diam di rumah dan tidak pergi keluar untuk bermain, kecuali kamu mau minum obat ini.” Dan kalau ia tetap tidak mau minum obat dan Anda nyaris memaksanya minum, cobalah mengatakan seperti, “Mama lihat kamu memilih untuk agar Mama yang meminumkan obat daripada minum sendiri.”


Kalau anak Anda tetap menolak, beri ia ‘jeda’
Sebelum Anda mengambil paksa hak istimewanya, cobalah memberi anak Anda semacam jeda atau istirahat sebentar. Hal ini memungkinkannya untuk menyelamatkan mukanya dan mengembalikan dirinya, secara fisik maupun emosional. Mungkin Anda sendiri juga perlu jeda, peluk anak Anda atau minum air putih dan ambil nafas dalam-dalam. Tetapi pastikan bahwa jeda lima atau sepuluh menit ini ya hanya berlangsung selama itu, tidak molor. Biasanya, setelah jeda, anak maupun Anda sendiri akan lebih mudah, tak lagi perlu berdebat.


Biarkan orang lain mengambil alih
Untuk anak yang benar-benar menolak obat, orangtua bisa membagi tanggung jawab siapa yang harus memberi obat. Jangan hanya ibu atau ayah terus menerus. Kalau ibu tidak berhasil, ayah bisa mengambil alih, begitu pula sebaliknya. Hal ini memberi kesempatan pada orangtua yang tengah bertugas untuk beristirahat dan membantu anak menyadari bahwa kedua orangtuanya mampu menangani perjuangan meminumkan obat ini. DB

Dono Baswardono, AISEC, MA, Ph.D

8 comments:

  1. sangat bermanfaat,, mksih tipsnya Dok!!!

    ReplyDelete
  2. Anak saya susah sekali kalau mau minum obat...saya sudah coba tips di atas tetapi dia tetap tidak mau...sampai akhirnya saya membohonginya...karena obatnya berwarna merah..saya bilang saja itu fanta) minuman bersoda....akhirnya dia mau minum obat....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh dicoba juga nih tipsnya, kebetulan anak sy susahnya minta ampun dikasih obat

      Delete
  3. kami terpaksa memilih jalan "kekerasan fisik" stelah dirayu selama sejam... setelah itu kami memeluknya dan minta maaf. kira-kira cara ini gmn ya?

    ReplyDelete
  4. salam kenal dok, anak saya usia 1 setengah tahun laki-laki, hrus minum obat TB 2 tablet tiap pagi pas bangun tidur sebelum makan. obat diberikan dengan cara ditumbuk dan dicampur 5ml air putih, dimasukan ke mulut pake pipet. kendalanya dia tidak mau menelan tetap ditahan di rongga mulut. ada saran yang lebih mudah? masalahnya obat tidak boleh dikonsumsi dengan makanan lain

    ReplyDelete
  5. bingun saya dok kalo ngasih minum obat ke anak http://sipilispadawanita.com

    ReplyDelete
  6. semua trik sudah dicoba, tapi tetep, apa ada solusi, misal anak dihipnotis, sebelum solusi infus..?

    ReplyDelete
  7. Sebenarnya ada rasa bangga ketika anak saya susah minum obat, karena saya juga nggak suka minum obat. Jadi, anak saya nurun saya dong, bukan nurun ibunya yang sedikit-sedikit minum obat kalu badan agak capek atau mulai kena flu.

    Tapi, kalau anak saya lagi sakit seperti kemarin yang sakit radang dan badannya panas, ya mau tidak mau saya harus ikutan pusing bagaimana cara agar anak saya mau minum obat.

    Tips ini menarik dan bermanfaat.
    Terima kasih

    ReplyDelete